Kamis, 27 Juni 2013

GOWES


Ahad/ Minggu, 19 Mei 2013
            Sebelum adzan subuh berkumandang, sekitar pukul 04.15 WIB terjaga dari tidur. Setelah persiapan dan peregangan, 05.35 mulai start dari depan rumah. Biasanya setelah melelwati perempatan Gandulekor cyclometer baru dihidupkan.
            Target Minggu ini sekitar 80 km dengan kec. 25-30 km/jam, maka Purwokerto (alun2) menjadi tujuan mudah untuk mencapai jarak tersebut. Awal perjalanan kecepatan tidak seperti biasanya, mungkin karena sudah telat sebab 06.00 biasanya sudah sampai di Purbalingga, tapi pagi ini baru menjelang Bukateja. Agak telat memang tapi tidak apalah, hitung2 latihan panas2an karena pagi itu matahari bersinar terik.
Sekitar pukul 06.35 sampai di alun2 Purbalingga, mutar sekali lalu belok kiri ke arah Stadoin Goentoer D. Biasanya singgah sebentar, tapi mengingat sudah agak telat jadi terus saja lewat Taman Usman Janatin, belok kiri ke arah Sokaraja melewati PT. Boyang yang pagi itu tetap banyak karyawan yang masuk kerja/lembur. Terminal Purbalingga terlewati, Kalimanah, Jompo. Tidak banyak pesepeda yang berpapasan maupun searah sepanjang jalan menuju Sokaraja hingga akhirnya sampai di trafic light pukul 07.00. tidak ada kata berhenti meski lampu merah, katanya merah tandanya berani he,he he...
            Sampai bangjo Sangkal Putung tetap lurus menuju depan Depo Pelita, padahal biasanya belok kanan lewat Jl. Soeparjo Roestam. Kali ini ingin route yang berbeda, melalui Karang Nanas, Karang Rau dan depan terminal Purwokerto, lalu belok kanan ke arah Jl. Gerilya Timur. Ada sebuah truk besar yang terguling di pinggir jalan tidak jauh dari terminal, mungkin karena tanahnya amblas.
            Menyusuri Jl. Gerilya menuju bundaran depan bekas terminal lama yang sekarang telah berubah menjadi Taman Adhang Pangrenan. Berbelok ke kanan melewati Jl. S. Parman depan Rajawali Teater dan belok kiri melalui selatan MORO grosir dan Jl. Kol. Sugiono ke barat. Sampai di perempatan palma dekat BCA tanpa sengaja bertemu dengan Mas Pujo dan kawan2nya dari BCC PWT. Mereka berencana ke Baturaden melalui Kedung Banteng, Kebumen. Aku tidak bisa ikut kesana mengingat rute dan waktu yang sudah cukup siang. Setelah berpamitan perjalanan diteruskan melewati Jl. Gatot Soebroto, Isdiman, Suharso dan GOR Satria. Begitu padatnya orang2 sehingga kuputuskan tidak jadi lewat depan GOR tapi memutar arah menuju Jl. Kombas lalu ke arah Mersi. Dari pertigaan Mersi yang ke kanan ke arah RS Margono Sukaryo, aku mengambil jalur ke kiri menuju Dukuh Waluh seterusnya belok kanan ke arah Padamara, Purbalingga. Sampai di situ jarak sudah sekitar 55 km.
            Akhirnya sampai juga di alun-alun Purbalingga, memutar sekali hingga cyclo menunjukan 60 km. Di bangjo timur alun-alun bertemu teman dari Purwokerto yang sekarang tinggal di Slinga. Saat itu pula aku diberi nomer HPnya mas Pujo, yang katanya tanggal 25 Mei 2013 akan ke Yogyakarta bersama rombongan BCC. Pendaftaran Rp 250.000 untuk nginap di hotel dan transport naik bis pulang ke Purwokerto.
            Panas dan letih mewarnai perjalanan gowes dari Purbalingga menuju pulang ke arah Gandulekor. Air minum di bidon sudah hampir habis, terpaksa harus berhemat. Sampai di pertigaan Klampok jarak sudah sekitar 76 km, berarti sebentar lagi target 80 km terpenuhi bahkan melebihi.
            Sekitar pukul 09.20 WIB sampai juga di Blimbing. Taruh sepeda, lepas sepatu, baju, dll. Setelah cuci tangan langsung saja ambil nasi untuk sarapan, karena rasa lapar memang sudah tak tertahankan.
Alhamdulillah.. sampai rumah, selamat dan sehat. 80 km atau lebih terpenuhi meski tidak sebugar biasanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar