Kamis, 27 Juni 2013

Gowes 1

Jum’at, 24 Mei 2013
            Hari ini Jum’at pagi 24 Mei 2013. Segala persiapan baik fisik, mental, sepeda, dan dana sudah tertata dengan rapi. Ternyata rencana perjalanan ke Yogyakarta naik sepeda balap terpaksa harus batal demi kian...
            Kamis malam sengaja tidur lebih cepat, warungpun tutup lebih awal yaitu pukul 20.30 WIB nonton TV sebentar lalu tidur. Awalnya bisa memejamkan mata hingga terbangun sekitar pukul 23.15 WIB lalu pikiran melayang tentang rute ke Yogya dan apa-apa yang mesti dilakukan. Pukul 24.10 ada SMS dari Indra yang menyatakan dirinya tidak jadi berangkat naik motor ke Yogya dengan temannya disebabkan ada acara ikut bankom dalam rangka pilgub.
            Mata menjadi sulit terpejam sejak sms tersebut, pikiran terus mengarah pada antara tetap jalan ke Yogya naik sepeda atau batal, meski tanpa Indra. Akhirnya keputusan tetap berangkat, karena ini hanya masalah dana dan penginapan pikirku. Hingga pukul 04.00 turun dari tempat tidur dengan tanpa tidur sejak pukul 23.15 WIB. Ke kamar mandi, sarapan, subuh, peregangan selesai sudah.
            Pukul 05.00 keputusan berusaha numpang truk yang akan mencari merang ke Gombong atau Kebumen. Truk yang biasanya berhenti depan rumah sepertinya tidak berangkat. Mencoba ke pertigaan. Ternyata tidak banya truk yang lewat, ada dua yang sempat lewat, tapi dua-duanya tidak mau berhenti. Setelah ditunggu lama hingga pukul 05.40 dan haripun sudah mulai terang , keraguan mulai muncul. Melanjutkan perjalanan ke Yogya atau bersepeda seperti biasanya saja. Sejujurnya agak malas melewati tanjakan Mertinggi dan Ketileng, masih gelap dan habis hujan sehingga kondisi jalan licin. Menjadi illfeel...
            Pikir punya pikir akhirnya diputuskan balik ke rumah. Bongkar-bongkar perbekalan, baju, dsb. Lalu tidur lagi. Ada rasa penyesalan yang amat sangat, kecewa sekali karena pada akhirnya rencana perjalanan sendiri ke Yogya harus tertunda lagi.
            Tidak tahu kenapa acara yang direncanakan jauh-jauh hari justru biasanya batal. Entah  kapan lagi mempunyai semangat yang besar seperti saat ini. Padahal akhir bulan Maret kemarin, tepatnya 29 Maret 2013 hanya dalam waktu dua hari rencana ke Brebes dapat terrealisasi dengan sukses. Meskipun medan atau rute yang dilalui lumayan berat karena harus melewat Purbalingga, Bobotsari, Karangreja, Belik, Gombong, Pulosari, Moga, Guci, Tuwel, Bojong, Lebaksiu, Slawi, Jatibarang dan alun-alun Brebes. Ketika itu perjalan hampir 7 jam termasuk istirahat.
Yogyakarta wait for me. Amiiin......

GOWES


Ahad/ Minggu, 19 Mei 2013
            Sebelum adzan subuh berkumandang, sekitar pukul 04.15 WIB terjaga dari tidur. Setelah persiapan dan peregangan, 05.35 mulai start dari depan rumah. Biasanya setelah melelwati perempatan Gandulekor cyclometer baru dihidupkan.
            Target Minggu ini sekitar 80 km dengan kec. 25-30 km/jam, maka Purwokerto (alun2) menjadi tujuan mudah untuk mencapai jarak tersebut. Awal perjalanan kecepatan tidak seperti biasanya, mungkin karena sudah telat sebab 06.00 biasanya sudah sampai di Purbalingga, tapi pagi ini baru menjelang Bukateja. Agak telat memang tapi tidak apalah, hitung2 latihan panas2an karena pagi itu matahari bersinar terik.
Sekitar pukul 06.35 sampai di alun2 Purbalingga, mutar sekali lalu belok kiri ke arah Stadoin Goentoer D. Biasanya singgah sebentar, tapi mengingat sudah agak telat jadi terus saja lewat Taman Usman Janatin, belok kiri ke arah Sokaraja melewati PT. Boyang yang pagi itu tetap banyak karyawan yang masuk kerja/lembur. Terminal Purbalingga terlewati, Kalimanah, Jompo. Tidak banyak pesepeda yang berpapasan maupun searah sepanjang jalan menuju Sokaraja hingga akhirnya sampai di trafic light pukul 07.00. tidak ada kata berhenti meski lampu merah, katanya merah tandanya berani he,he he...
            Sampai bangjo Sangkal Putung tetap lurus menuju depan Depo Pelita, padahal biasanya belok kanan lewat Jl. Soeparjo Roestam. Kali ini ingin route yang berbeda, melalui Karang Nanas, Karang Rau dan depan terminal Purwokerto, lalu belok kanan ke arah Jl. Gerilya Timur. Ada sebuah truk besar yang terguling di pinggir jalan tidak jauh dari terminal, mungkin karena tanahnya amblas.
            Menyusuri Jl. Gerilya menuju bundaran depan bekas terminal lama yang sekarang telah berubah menjadi Taman Adhang Pangrenan. Berbelok ke kanan melewati Jl. S. Parman depan Rajawali Teater dan belok kiri melalui selatan MORO grosir dan Jl. Kol. Sugiono ke barat. Sampai di perempatan palma dekat BCA tanpa sengaja bertemu dengan Mas Pujo dan kawan2nya dari BCC PWT. Mereka berencana ke Baturaden melalui Kedung Banteng, Kebumen. Aku tidak bisa ikut kesana mengingat rute dan waktu yang sudah cukup siang. Setelah berpamitan perjalanan diteruskan melewati Jl. Gatot Soebroto, Isdiman, Suharso dan GOR Satria. Begitu padatnya orang2 sehingga kuputuskan tidak jadi lewat depan GOR tapi memutar arah menuju Jl. Kombas lalu ke arah Mersi. Dari pertigaan Mersi yang ke kanan ke arah RS Margono Sukaryo, aku mengambil jalur ke kiri menuju Dukuh Waluh seterusnya belok kanan ke arah Padamara, Purbalingga. Sampai di situ jarak sudah sekitar 55 km.
            Akhirnya sampai juga di alun-alun Purbalingga, memutar sekali hingga cyclo menunjukan 60 km. Di bangjo timur alun-alun bertemu teman dari Purwokerto yang sekarang tinggal di Slinga. Saat itu pula aku diberi nomer HPnya mas Pujo, yang katanya tanggal 25 Mei 2013 akan ke Yogyakarta bersama rombongan BCC. Pendaftaran Rp 250.000 untuk nginap di hotel dan transport naik bis pulang ke Purwokerto.
            Panas dan letih mewarnai perjalanan gowes dari Purbalingga menuju pulang ke arah Gandulekor. Air minum di bidon sudah hampir habis, terpaksa harus berhemat. Sampai di pertigaan Klampok jarak sudah sekitar 76 km, berarti sebentar lagi target 80 km terpenuhi bahkan melebihi.
            Sekitar pukul 09.20 WIB sampai juga di Blimbing. Taruh sepeda, lepas sepatu, baju, dll. Setelah cuci tangan langsung saja ambil nasi untuk sarapan, karena rasa lapar memang sudah tak tertahankan.
Alhamdulillah.. sampai rumah, selamat dan sehat. 80 km atau lebih terpenuhi meski tidak sebugar biasanya.

Jumat, 24 Desember 2010

BAWA AKU LARI

Govinda
 Bawa Aku Lari
Salahkah akan perasaan ini
Hingga ku lemah tak berdaya
Lihat kau lebih indah darinya aaa..
Salah dia yang hanya lihat sifat burukku
Baginya tak ada baiknya
Bawa aku lari dari sini
Ku sudah bosan, bosan dengannya
Karena aku inginkan kamu
Jadi kekasihku pemilik hatiku
Semoga engkau pun mau
Bebaskan aku lari darinya
Salahkah akan perasaan ini
Hingga ku lemah tak berdaya
Lihat kau lebih indah darinya aaa.
Salah dia yang hanya lihat sifat burukku
Baginya tak ada baiknya
Bawa aku lari dari sini
Ku sudah bosan, bosan dengannya
Karena aku inginkan kamu
Jadi kekasihku pemilik hatiku
Semoga engkau pun mau
Bebaskan aku lari darinya
Bawa aku lari dari sini
Ku sudah bosan, bosan dengannya
Karena aku inginkan kamu
Jadi kekasihku pemilik hatiku
Semoga engkau pun mau
Bebaskan aku lari darinya
Darinya ah darinya
Bawa aku lari…







Senin, 22 November 2010

Trik Sulap

Trik Sulap Angka: Menebak Angka (Modifikasi)

2009 Mei 12
Untuk memudahkan jalannya permainan, sebaiknya siapkan selembar kertas, sebuah pen, dan sebuah kalkulator. Sudah? Oke, kita siap melakukan permainan ini…
Jalan Permainan
Pertama, minta seseorang menuliskan sebuah bilangan empat angka di atas kertas yang telah diberikan (misal: 1976). Selanjutnya, minta orang tersebut untuk mengubah susunan angka dari bilangan yang telah dituliskannya sekehendak hatinya, lalu tuliskan di bawah bilangan yang pertama (misal: angka-angkanya diacak menjadi 9671). Lalu, minta dia mengambil kalkulator dan mengurangkan bilangan yang LEBIH BESAR dengan bilangan yang LEBIH KECIL, lalu tuliskan di bagian paling bawah kertas (9671 – 1976 = 7695). Dari hasil pengurangan yang telah dilakukan, minta dia untuk menyembunyikan satu angka yang mana saja, dan memberitahu Anda angka-angka lainnya. Kemudian, anda akan mengejutkan dia dengan memberitahu angka yang dia sembunyikan.
Catatan: bilangan yang dipilih tidak harus bilangan empat angka. Trik ini bekerja untuk semua bilangan. Namun, untuk memudahkan perhitungan, dalam contoh ini dipilih bilangan empat angka saja.

Trik Sulap Matematika: Menebak Angka

2008 September 29
Jalan Permainan
Pertama, minta seseorang memilih bilangan empat angka (misal: 8552). Lalu, minta dia mengurangi bilangan tersebut dengan angka-angka penyusunnya (contoh: 8552 – 8 – 5 – 5 – 2 = 8532). Selanjutnya, dari hasil yang diperoleh (8532), mintalah dia untuk menyembunyikan sebuah angka dan menyebutkan angka sisanya. Lalu buatlah dia terkejut dengan menyebutkan angka yang dia sembunyikan dengan cepat. (contoh: dia menyembunyikan angka 5 dari 8532, lalu menyebutkan tiga angka sisanya: 8, 3, dan 2. Lalu Anda dengan cepat berkata, “Angkanya 5 kan….”).
Trik
Bagaimana? Apakah Anda cukup terkejut dengan “sulap” di atas? Triknya ternyata mudah saja… Bagaimana? Jumlahkanlah angka yang diberikan (8 + 3 + 2 = 13), lalu cari bilangan kelipatan sembilan yang terdekat dengan angka tersebut tetapi lebih besar atau sama dengan angka itu (dalam hal ini bilangan kelipatan 9 yang terdekat dan lebih besar atau sama dengan 13 adalah 18). Lalu, kurangkan 18 dengan 13 dan Anda akan mendapatkan jawabannya: LIMA!
Sebagai catatan, Anda akan mengalami sedikit kesulitan jika jumlah dari tiga angka yang diberikan adalah kelipatan 9. Jika itu terjadi, maka angka yang disembunyikan ada di antara 2 kemungkinan, 0 atau 9. Anda dapat mengakalinya dengan bertanya, “Angkanya besar kan…?”. Kalau responnya negatif, berarti angkanya 0 dan kalau responnya positif, berarti angkanya 9. Ini hanya salah satu cara, Anda bisa berkreasi dengan cara lain…
Penjelasan
Nah, apakah Anda penasaran mengapa trik di atas bisa berjalan? Saya akan menjelaskannya. Pertama, yang harus Anda ketahui adalah ciri-ciri dari sebuah bilangan yang habis dibagi 9 adalah jumlah angka-angka penyusunnya habis dibagi 9 juga. Tidak percaya? Coba saja: 81 habis dibagi 9, maka 8 + 1 = 9 habis dibagi 9 juga. 87651 habis dibagi 9 karena 8 + 7 + 6 + 5 + 1 = 27 habis dibagi 9. 8421 tidak habis dibagi 9 karena 8 + 4 + 2 + 1 = 15 tidak habis dibagi 9.
Sekarang Anda sudah tahu ciri dari bilangan yang habis dibagi 9. Kita kembali pada permainan di atas. Misalkan bilangan yang dipilih adalah “abcd”. Bilangan ini bisa dituliskan menjadi 1000a + 100b + 10c + d. Lalu, mengurangkan bilangan tersebut dengan angka-angka penyusunnya berarti (1000a + 100b + 10c + d) – a – b – c – d = 999a + 99b + 9c = 9(111a + 11b + c). Artinya, hasilnya pastilah sebuah bilangan yang habis dibagi 9, maka jumlah angka-angka penyusun dari hasilnya pun habis dibagi 9.
Q . E . D

Tip and trik

Ini semua dari http://www.zonasepeda.com/  Aku sih cuma sekedar latihan posting and mengcopy darinya, kagak dosa kan....??

Tips Memperbaiki dan Merawat Rem (Brakes) sepeda gunung (MTB)

Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.
1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).
- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.
- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.
Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.

2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.
- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.
Putur dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.
Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)
Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.
- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).
Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).
Atur knob baik pada tuas rem dan  master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek  (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)
Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)
Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.

Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.
Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.

3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.
Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.

Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).
Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.
Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.
Komponen sepeda yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan ketika bersepeda, happy cycling.